Jumat, 07 Januari 2011

Fokus Ke Subnetting

 Kali ini saatnya kita mempelajari teknik penghitungan subnetting. Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara, cara binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast.
Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, apa ini artinya? Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Lho kok bisa seperti itu?



Ya, /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.
Pertanyaan berikutnya adalah Subnet Mask berapa saja yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting? Ini terjawab dengan tabel di bawah:Subnet Mask Nilai CIDR
255.128.0.0 /9
255.192.0.0 /10
255.224.0.0 /11
255.240.0.0 /12
255.248.0.0 /13
255.252.0.0 /14
255.254.0.0 /15
255.255.0.0 /16
255.255.128.0 /17
255.255.192.0 /18
255.255.224.0 /19
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.240.0 /20
255.255.248.0 /21
255.255.252.0 /22
255.255.254.0 /23
255.255.255.0 /24
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30


SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C
Ok, sekarang mari langsung latihan saja. Subnetting seperti apa yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 192.168.1.0/26 ?
Analisa:
192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).
Penghitungan:
Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Jadi kita selesaikan dengan urutan seperti itu:
Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
Jumlah Host per Subnet = 2y - 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 - 2 = 62 host
Blok Subnet = 256 - 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi total subnetnya adalah 0, 64, 128, 192.
Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.
Subnet 192.168.1.0 192.168.1.64 192.168.1.128 192.168.1.192
Host Pertama 192.168.1.1 192.168.1.65 192.168.1.129 192.168.1.193
Host Terakhir 192.168.1.62 192.168.1.126 192.168.1.190 192.168.1.254
Broadcast 192.168.1.63 192.168.1.127 192.168.1.191 192.168.1.255

Kita sudah selesaikan subnetting untuk IP address Class C. Dan kita bisa melanjutkan lagi untuk subnet mask yang lain, dengan konsep dan teknik yang sama. Subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class C adalah:Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30

SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B
Berikutnya kita akan mencoba melakukan subnetting untuk IP address class B. Pertama, subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class B adalah:Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.128.0 /17
255.255.192.0 /18
255.255.224.0 /19
255.255.240.0 /20
255.255.248.0 /21
255.255.252.0 /22
255.255.254.0 /23
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.255.0 /24
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30


Ok, kita coba satu soal untuk Class B dengan network address 172.16.0.0/18.
Analisa:
172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).
Penghitungan:
Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
Jumlah Host per Subnet = 2y - 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 - 2 = 16.382 host
Blok Subnet = 256 - 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi total subnetnya adalah 0, 64, 128, 192.
Alamat host dan broadcast yang valid?Subnet 172.16.0.0 172.16.64.0 172.16.128.0 172.16.192.0
Host Pertama 172.16.0.1 172.16.64.1 172.16.128.1 172.16.192.1
Host Terakhir 172.16.63.254 172.16.127.254 172.16.191.254 172.16.255.254
Broadcast 172.16.63.255 172.16.127.255 172.16.191.255 172.16..255.255

Masih bingung? Ok kita coba satu lagi untuk Class B.Bagaimana dengan network address 172.16.0.0/25.
Analisa:
172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).
Penghitungan:
Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet
Jumlah Host per Subnet = 27 - 2 = 126 host
Blok Subnet = 256 - 128 = 128.
Alamat host dan broadcast yang valid?Subnet 172.16.0.0 172.16.0.128 172.16.1.0 … 172.16.255.128
Host Pertama 172.16.0.1 172.16.0.129 172.16.1.1 … 172.16.255.129
Host Terakhir 172.16.0.126 172.16.0.254 172.16.1.126 … 172.16.255.254
Broadcast 172.16.0.127 172.16.0.255 172.16.1.127 … 172.16.255.255

Masih bingung juga? Ok sebelum masuk ke Class A, coba ulangi lagi dari Class C, dan baca pelan-pelan
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A
Kalau sudah mantab dan paham, kita lanjut ke Class A. Konsepnya semua sama saja. Perbedaannya adalah di OKTET mana kita mainkan blok subnet. Kalau Class C di oktet ke 4 (terakhir), kelas B di Oktet 3 dan 4 (2 oktet terakhir), kalau Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.
Kita coba latihan untuk network address 10.0.0.0/16.
Analisa:
10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).
Penghitungan:
Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet
Jumlah Host per Subnet = 216 - 2 = 65534 host
Blok Subnet = 256 - 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.
Alamat host dan broadcast yang valid?Subnet 10.0.0.0 10.1.0.0 … 10.254.0.0 10.255.0.0
Host Pertama 10.0.0.1 10.1.0.1 … 10.254.0.1 10.255.0.1
Host Terakhir 10.0.255.254 10.1.255.254 … 10.254.255.254 10.255.255.254
Broadcast 10.0.255.255 10.1.255.255 … 10.254.255.255 10.255.255.255

Mudah-mudahan setelah anda membaca paragraf terakhir ini, anda sudah memahami penghitungan subnetting dengan baik. Kalaupun belum paham juga, anda ulangi terus artikel ini pelan-pelan dari atas. Untuk teknik hapalan subnetting yang lebih cepat, tunggu di artikel berikutnya
Catatan: Semua penghitungan subnet diatas berasumsikan bahwa IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) dihitung secara default. Buku versi terbaru Todd Lamle dan juga CCNA setelah 2005 sudah mengakomodasi masalah IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) ini. CCNA pre-2005 tidak memasukkannya secara default (meskipun di kenyataan kita bisa mengaktifkannya dengan command ip subnet-zeroes), sehingga mungkin dalam beberapa buku tentang CCNA serta soal-soal test CNAP, anda masih menemukan rumus penghitungan Jumlah Subnet = 2x - 2

sumber ;
- http://idur.staff.uns.ac.id/
- http://romisatriawahono.net/2007/05/07/pola-soal-subnetting-dan-teknik-mengerjakan/
- http://www.ralphb.net/IPSubnet/intro.html
Diposkan oleh Debi Saputra' Blog pada jam 2:46:00 AM reaksi anda

Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Berbagi ke Twitter
Berbagi ke Facebook
Berbagi ke Google Buzz
Sabtu, 30 Oktober 2010
Network Device (Concentrator)
Network Device (Concentrator)
1. HUB
adalah perangkat untuk pembagi, bisa digunakan untuk menghubungkan komputer atau dengan hub lain. HUB ini tidak aman dalam pengiriman data karena pada saat pengiriman, data terkirim kepada semua komputer. HUB ini sifatnya Broadcast.
2. SWITCH
adalah perangkat yang tidak membagi data, transfer datanya lebih cepat karena didalam perangkatnya tersimpan sebuah chip atau ROM yang dinamakan dengan Mac Addres. switch ini aman dalam pengiriman data karena alamat yang dituju selalu ditentukan/ ditanya. switch ini sifatnya Unicast.
3. ROUTER
berfungsi untuk menghubungkan 2 jaringan yang berbeda (fisik/ jaringan).
4. BRIDGE
5. Acces Point
yang berfungsi untuk membagi, yang mana menggunakan media transmisi udara.
6. MODEM
adalah untuk merubah digtal ke analog ataupun sebaliknya
7. REPEATER
Diposkan oleh Debi Saputra' Blog pada jam 1:52:00 PM reaksi anda

Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Berbagi ke Twitter
Berbagi ke Facebook
Berbagi ke Google Buzz
Risch dan Sich
Risch dan Sich
RISC, yang jika diterjemahkan berarti "Komputasi Kumpulan Instruksi yang Disederhanakan", merupakan sebuah arsitektur komputer atau arsitektur komputasi modern dengan instruksi2 dan jenis eksekusi yang paling sederhana.
Arsitektur ini digunakan pada komputer dengan kinerja tinggi, seperti komputer vektor.
Selain digunakan dalam komputer vektor, desain ini juga diimplementasikan pada prosesor komputer lain, seperti pada beberapa mikroprosesor Intel 960, Itanium (IA64) dari Intel Corporation, Alpha AXP dari DEC, R4x00 dari MIPS Corporation, PowerPC dan Arsitektur POWERdari International Business Machine.
Selain itu, RISC juga umum dipakai pada Advanced RISC Machine (ARM) dan StrongARM (termasuk di antaranya adalah Intel XScale), SPARC dan UltraSPARC dari Sun Microsystems, serta PA-RISCdari Hewlett-Packard.
Kalau desain CPU yang lain, CISC (Complex Instruction Set Computing), yang jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia berarti Komputasi Kumpulan Instruksi yang kompleks atau rumit.

Sumber :
http://tanyasaja.detik.com/pertanyaan/38597-jelaskan-arsitektur-risc-dan-cisc-
http://www.electroniclab.com/index.php?option=com_content&view=article&id=30:cisc-vs-risc&catid=9:labmikro&Itemid=11
Diposkan oleh Debi Saputra' Blog pada jam 1:33:00 PM reaksi anda

Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Berbagi ke Twitter
Berbagi ke Facebook
Berbagi ke Google Buzz
Sedikit Tentang Chipset
Sedikit Tentang Chipset
Chipset set adalah komponen terpenting dalam sebuah mainboard, namun disini perlu juga kita untuk sedikit melihat perkembangan komponen terpenting tersebut (chipset);

- Intel
Untuk Intel sekarang ini telah meluncurkan motherboard dengan chipset 955X dan 945P yang mendukung DDR2/667, dan secara tegas meninggalkan DDR400. Namun pada chipset ini, hal yang paling diunggulkan adalah kemampuan chipset mendukung fitur dual-core processor.
- nVIDIA
Setelah sebelumnya sempat berseberangan dengan Intel, kini chipset nVIDIA bisa bersanding dengan processor Intel. Dengan mencoba mengeluarkan chipset terbarunya yaitu nVIDIA nForce4 Intel Edition. Chipset serupa sebelumnya hadir untuk basis Athlon 64. Pada chipset tersebut telah mendukung teknologi SLI dan dilengkapi dengan SATA 3 GB juga Firewall. Namun sayangnya, belum ada kepastian dari nVIDIA, mengenai dukungan chipset tersebut untuk dual-core processor.
- VIA
Meski produsen yang satu ini terbilang lambat mengembangkan teknologi ketimbang kedua produsen yang telah kami sebutkan di atas, namun VIA telah mengeluarkan VIA PT984 Pro. Keunikan chipset ini adalah dapat menjalankan video card PCI Express x16 juga AGP 8x. Keduanya dapat berjalan secara simultan dan mendukung dual monitor. Namun, hal tersebut berbeda dengan SLI. Karena pada konfigurasi SLI, mampu membagi bandwidth data dari dua buah video card. Selain itu, VIA memberikan dua pilihan memory yaitu DDR400 dan DDR2 667 sehingga bisa menyesuaikan dengan kebutuhannya.
Setelah sebelumnya kami berikan beberapa tip untuk memilih processor, maka kami akan memberikan juga kepada Anda bagaimana memilih chipset yang tepat.
- Hal pertama yang Anda harus perhatikan adalah jenis chipset yang digunakan. Jangan terkecoh dengan nama-nama produk yang unik. Beberapa produsen sengaja menggunakan nama yang unik untuk menarik pembeli. Namun tidak jarang hasil dan kinerja yang dimilikinya kurang sesuai dengan namanya.
- Perhatikan kecepatan interkoneksi antara chipset northbride dengan southbridge. Kecepatannya minimal menggunakan 133 MB/s. Beberapa produk terbaru sudah bisa mencapai 2 GB/s. Mana yang harus dibutuhkan, itu adalah sebuah pertanyaan yang sulit. Untuk kebutuhan 800 MB/s hingga 1 GB/s terbilang cukup memadai. Anda juga butuh pertimbangan untuk konfigurasi chipset jika ada 4 PCI Express X1 dalam sebuah sourthbridge, Anda akan membutuhkan 1-2 GB/s koneksi untuk mendukung bandwidth yang sesuai, namun jika hanya ada X1 jalur yang terhubung langsung ke northbridge, maka interkoneksi tersebut belum Anda butuhkan.
- Perhatikan chipset southbrigde, produsen motherboard dapat dengan mudah menukar chipset tersebut dengan chipset yang lain. Dan jika hal tersebut terjadi, maka beberapa fitur yang dimiliki akan lebih sedikit dan terbatas. Karenanya Anda harus memperhatikan
dengan benar.
- Sama halnya dengan memilih motherboard, untuk memilih chipset yang tepat Anda juga membutuhkan second opinion untuk memberikan referensi yang tepat. Karenanya Anda bisa mendapatkan dari beberapa review pada media tentang chipset tersebut agar Anda tidak menyesal di kemudian hari.
Setelah semuanya kami jelaskan, maka tinggal Anda yang menentukan pilihan dan selamat membangun komputer baru. Semoga dengan panduan ini, Anda tidak terjebak dalam memilih.

sumber;
http://www.pfgenergy.com/read/sejarah-perkembangan-chipset.html
http://iwanwawo99.syuradikara.com/2008/11/09/perkembangan-chipset-terakhir/
Diposkan oleh Debi Saputra' Blog pada jam 1:24:00 PM reaksi anda

Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Berbagi ke Twitter
Berbagi ke Facebook
Berbagi ke Google Buzz
Perkembangan prosesor
Perkembangan prosesor
Komputer adalah seperangkat elektronika yang dapat menerima input, melakukan proses dan melakukan output. dan Jaringan computer adalah gabungan 2 atau lebih computer yang saling berhubungan dan saling berbagi daya, daya disini biasanya berupa memory, hardisk dan lain sebagainya.

Pada system operasi Mac biasanya menggunakan teknologi Sich, karena OS tersebut telah menggunakan prosesor intel.

Komponen penting pada mainboard adalah Chipset, karena semua kinerja atau semua komponen pada mainboard tersebut dapat berhubungan tegantung kepada chipset.

Prosesor i5 dan i7 biasanya nahelem, hokum Moore mengatakan bahwa kecepatan computer itu akan meningkat setiap 18 bulan. Namun kenyataan tersebut disanggah dikarenakan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada skarang ini. Sebenarnya sih sudah ditemukan prosesor yang berkecepatan 9,4 Ghz pada tahun 2004, tapi mungkin karena harga yang produksi yang yang masih terlalu mahal atau karena permainan pasar akhirnya sampai sekarang belum juga dipasarkan.

USB sekarang ini telah mencapai versi 3.0 yang mana kecepatannya adalah 6 Gbps, yang sebelumnya berangsur dari versi 2.0 dengan kecepatan 400 Mbps.

Sedikit periode tentang perkembangan prosesor :
1. 8086
2. 286
3. 386
4. 486
5. 586
6. Pentium pro
7. Pentium 2
8. Pntium 3
9. Pentium 4
10. Dual core
11. Core duo
12. Quad core
13. Xean
14. I3
14. I5
15. I7

Periode system opersai dari Microsoft ?”:

- DOS
Pada OS DOS ini mengguankan 4BIT dan biasanya dpakai pada prosesor 8086, 286, 386, 486, dan 586. Dan 4 BIT disini maksudnya adalah bahwa setiap input yang diproses diprosesor kemudian akan disampaikan pada melalui 4 jalur.

- Windows 3.0

- Windows 3.1

- Windows 3.11
Pada ketiga windows di atas menggunakan 8 BIT, dengan arti kata bahwa prose yamg telah dilakukan di prosesor akan dsampaikan melalui 8 jalur.

- Wndows 98

- Windows 98 SE

Pada kedua os di atas menggunakan 16 BIT.

- XP

- Vista

- Windows 7

Pada ketiga os diatas mengguanakan ada yang 32 BIT dan ada juga 64 BIT.

Sedikit dapat disimpulkan, bahwa semakin besar BIT yang digunakan maka semakin cepat pula kenerja yang akan dilakukan dan dari segi tampilan, sound dsb akan lebih bagus.
Diposkan oleh Debi Saputra' Blog pada jam 1:09:00 PM reaksi anda

Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Berbagi ke Twitter
Berbagi ke Facebook
Berbagi ke Google Buzz
Kamis, 07 Oktober 2010
Trik Dalam Komputer
Trik Dalam Komputer
Trik Dan Tips Dalam Computer

Trik Untuk mengetahui Berapa Lama computer Kita Dipakai
Sebenarnya Trik ini mungkin tidak terlalu berguna bagi kita,, tapi apalah salahnya kalau kita mengetahui trik ini, karena disaat kita memakai komputer terlalu lama mungkin kita ingin mengetahui berapa lama kita telah mengunakan komputer kita,

Dibawah ini adalah Cara mengetahui berapa lama computer dipakai
1. klik Start
2. pilih Run
3. ketikkan Cmd
4. ketik systeminfo
5. enter
Lihat dibaris System Up Time itulah lama kita memakai Computer



Membuat Pesan Pribadi Pada Saat Windows Dimulai


Memang trik ini udah lawas… Tapi kan gak ada salahnya kalo saya Posting lagi diblog ini, Ya biar bias bagi-bagi milmu sama teman-teman yang belum paham saja, Gak usah lama-lama lah bosen juga nanti bacanya, kali ini kita akan membuat sebuah pesan yang akan tampil saat windows baru dijalankan. pesan ini anda dapat tentukan sendiri isinya dan salah satu manfaatnya yaitu misalkan Anda punya rekan atau family yang meminjam computer atau Laptop anda maka anda bisa menyampaikan pesan singkat kepada mereka sebelum mereka mengunakannya.
Koq kayaknya masih bingung..#!!??&%$ *
Ya udah dibuat aja dulu trus lihat hasilnya., ok coyy..!!
Tapi ingat kali ini kita Menggunakan registry Editor jadi saya harap anda berhati-hati.
Berikut ini adalah susunan langkah –langkah pembuatannya.

klik start /run/Lallu ketikan ketikkan regedit

Maka tampillah jendela registry Editor

Bukalah Hkey_Local_machine/Softeware//Microsof/Windows NT/CurentVirsion/Winlogon

Kemudian carilah dua value name sebagai berikut:

LegalNoticeCaption dan LegalNoticeText

Pada LegalNoticeCaption isi kan valuenya dengan cara mengklik ganda kemudian ketikkan Caption pesan anda pada kolom value data. Seperti “PERHATIAN PEMAKAIAN….!!!”
Pada LegalNoticeText isikan valuenya DENGAN PESAN SINGKAT misalnya “Pakailah Computer Ini dengaan baik, dan jangan lupa matikan Jika sudah Selesai Untuk Menghemat Listrik”

Kemudian keluar dari jendela registry Editor dan kamu restart computernya dan lihat hasilnya.



Menampilkan Versi Windows Yang Terinstal Di computer/Laptop

Seperti Judul diatas kali ini kita akan membahas bagimana cara untuk menampilkan versi windows yang terinstal dikomputer kamu tampil di desktop.
berikut adalah susunan langkah-langkah yang dapat kamu ikuti untuk menampilkan versi windows kamu di desktop:



1. Klik Start / Run / kemudian ketikkan regedit trus..... klik OK atau ENTER.

2. selanjutnya tampillah jendela Registry Editor.(catatan: kita akan bermain dengan registry Editor,jadi kamu harus sedikit hati-hati)

3. pilih HKey Current User / Control Panel / Desktop.

4. Kemudian cari pada kolom sebelah kanan dan double klik PaintDesktopVersion maka akan
muncul jendela Edit DWORD Value.

5. isikan 1 pada Value datanya kemudian pilih OK.

Restart komputer atau laptop kamu, maka pada desktop akan muncul versi windows yang terinstal di komputer/Laptop
Diposkan oleh Debi Saputra' Blog pada jam 3:36:00 PM reaksi anda

Tidak ada komentar:

Posting Komentar