Jumat, 24 September 2010

dioda


KEGIATAN BELAJAR

Komponen Aktif
     Komponen aktif dalam teknik elektronika dibentuk dari bahan dasar germanium maupun silicon yang diberi doping ( tambahan ) dari atom lain yang memiliki electron  valensi berbeda, seperti : aluminium , phosphor , antimony , dsb. Dari proses doping ini maka germanium maupun silicon akan menjadi piranti elektronik  semikonduktor tipe P dan semikonduktor tipe N.
     Dengan menggandengkan kedua jenis semikonduktor tersebut maka akan diperoleh beberapa piranti elektronik seperti : Dioda , Transistor , UJT , FET , MOSFET , CMOS , SCR , DIAC , TRIAC , IC, dlsb.


DIODA
Dioda adalah : piranti elektronika yang memiliki 2 terminal dan terbuat dari dua jenis sambungan semikonduktor tipe P dan tipe N
Sebuah dioda digambarkan dengan symbol :


                                 A                                            K

Terminal dioda dinamakan Anode ( A ) dan Katoda ( K )
Ada beberapa cara untuk menentukan nama kaki – kaki suatu dioda
1.         Titik
Kaki yang dekat dengan tanda titik merupakan kaki katoda, sedangkan yang lain tentu kaki Anoda.





                                                   A                 K     
2.         Cincin / gelang
Cincin terletak pada ujung bodi dioda. Kaki yang dekat dengan cincin merupakan katoda dan yang lainnya adalah Anoda.
                                                                        
          A                                   k                       

                         
3.         Pita – pita berwarna
Pita – pita tersebut mempunyai lebar yang berbeda. Untuk menentukan kaki-kakinya cukup melihat pita yang paling lebar. Kaki yang dekat dengan pita merupakan Katoda dan yang lainnya Anoda.


    A                                                        K




4.         Bentuk berbeda antar sisi – sisinya.


    A                                                K              A                                                                       K
 

     Pada mulanya dioda terbuat dari germanium,namun karena germanium memiliki kelemahan terhadap suhu maka sekarang diganti denganbahan silicon. Dioda dikemas dengan plastik , logam ataupun gelas. Dioda yang banyak terdapat dipasaran seperti :               IN 1028IN 1029IN 4001 ,
IN 4002IN 4007IN 5058 , dll.
     Dida dinyatakan dalam ukuran menurut kemampuan kuat arus yang mampu dilewatkan. Ukuran arus tersebut merupakan nilai maksimal yang tidak boleh dilampaui. Jika dilampaui maka dioda akan rusak .Khusus bagi dioda dengan kemampuan arus besar harus dilengkapi dengan plat pendingin, disamping harus diperhatikan pula batas tegangan kerjanya , frekuensi.
     Dioda silicon mempunyai tegangan arah maju kira-kiara 0,6 volt sedang dioda germanium mempunyai tegangan arah maju hanya 0,2 volt.
Beberapa dioda yang ada dipasaran beserta kegunaannya:

1.         Dioda detektor
Ciri – cirinya adalah :
·  Terbuat dari bahan germanium
·  Mendeteksi sinyal – sinyal kecil pada pesawatpenerima radio
·  Terdapat beberapa tipe seperti : OA 70 , OA 79 , OA 90 , IN 34 , IN 60 , IN 914 , dlsb.

2.         Dioda penyearah / rectifier
Ciri – cirinya adalah :
·  Mengubah arus bolak – balik (AC) menjadi arus searah (DC).
·  Terbuat dari bahan silicon
·  Digunakan pada power suplai / adaptor
·  Tegangan kerjanya antara 25 volt – 50 volt dengan kemampuan arus antara 0,25 amper – 1 amper
·  Dalam memilih dioda ini harus diperhatikan spesifikasi tegangan puncak terbalik dan arus kerja DC rata – ratanya.
Misal pada dioda silicon tipe IN 4003 tertulis 1 A / 50V,artinya bahwa arus kerja DC rata-ratanya 1Adan 50 volt adalah tegangan puncak terbaliknya,yang dikenal  PRV atau PIV.
·  Bentuk phisik dioda penyearah adalah : 




3.         Dioda Zener
Simbol dioda Zener :              A                  K
Ciri – cirinya adalah :
·  Terbuat dari bahan silicon
·  Digunakan untuk pensetabil tegangan
·  Kemampuan daya berkisar antara 400mW – 50W
·  Dipasaran terdapat beberapa ukuran : 2,4V , 2,7V , 3,0V , 3,3V , 3,9V , 4,3V , 4,7V , 6V , 7,5V , 9V , 12V , 15V, dlsb.
·  Merupakan dioda yang didoping khusus sehingga ketika mendapat tegangan arah maju akan bertingkah seperti dioda biasa,sedang ketika dikenai tegangan terbalik dioda tidak menghantar kecuali tinggi tegangan mencapai tegangan zener / tembus.
·  Bentuk phisik dioda zener adalah :







4.         LED ( Light Emitting Diode )
Simbol LED :                        
                                              A                   K
Ciri – cirinya adalah :
·  Terbuat dari bahan semikonduktor campuran : galium , phospor , Indium.
·  Dapat memancarkan cahaya jika dikenai tegangan listrik.
·  Tegangan kerja berkisar antara 1,4 volt – 3 volt.
·  Memerlukan arus berkisar antara 30ma – 100ma.
·  Sering digunakan pada lampu indikator,lampu kontrol,lampu variasi, dll.
·  Intensitas cahaya berbanding langsung dengan arus maju yang mengalir
·  Kaki panjang sebagai anode dan kaki pendek sebagai katode.
·  Bentuk phisik LED adalah :








Pengujian  Dioda
     Untuk mengetahui baik tidaknya sebuah dioda maka perlu dilakukan pengujian. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menentukan kaki – kaki komponen yakni mana Anoda dan mana Katode.
Langkah – langkah pengujian adalah :
1.        Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan dalam pengujian.
2.        Mengarahkan  saklar jangkah  pada  posisi  ohm,  misal  pada  posisi
       X 1K.
3.        Menancapkan  pangkal  kabel colok merah pada terminal kabel colok
       positip dan pangkal  kabel  colok  hitam  pada  terminal  kabel  colok
       negatip pada multimeter.
4.        Melakukan  kalibrasi  dengan  cara  menghubungkan    ujung – ujung 
       colokhitam dan merah.     Kemudian atur konp adjustmen agar posisi
       jarum menunjuk nol.                Pada pengukuran kalibrasi boleh tidak
       dilakukan.
5.        Menghubungkan colok hitam pada kaki Anoda dan colok merah pada
       kaki Katode.     Apabila jarum meter bergerak,maka dioda dinyatakan
       baik,namun jika jarum meter tidak bergerak sama sekali maka  dioda
       dinyatakan rusak  / putus.
6.        Jika pengujian dibalik,  yakni  colok hitam ditempel pada  Katoda dan
      colok  merah  pada Anoda,  maka  jika  jarum  meter  bergerak, dioda
      dinyatakan  rusak. Sebaliknya jikajarumnya diam / tidak bergerak ma
      ka dioda  dinyatakan baik.
7.        Rapikan kembali perlengkapan pengujian

                                                            





  Tabel hasil pengujian dioda yang baik.
No
Kabel colok / jamper
Jarum penunjuk multimeter
Pos ( Merah )
Neg ( Hitam )
1
Kaki Anoda
Kaki Katoda
Tidak bergerak
2
Kaki Katoda
Kaki Anoda
Bergerak











POWER SUPLAI
Salah satu penerapan dioda didalam sirkit elektronika adalah sebagai penyearah pada Power Suplai.
       Suatu rangkaian elektronik akan bisa mulai bekerja jika sudah diberikan energi yang berasal dari penyedia daya atau yang lebih dikenal dengan istilah power suplai. Pemberian power suplai ini dapat dianalogikan seperti manusia. Bahwa seorang manusia akan dapat melakukan aktifitas jika sudah diberi suplai yang berupa makanan minuman seperti yang kita santap setiap hari. Demikian juga untuk rangkaian elektronik. Power suplai yang diperlukan berupa besaran searah ( DC ) yang dapat berasal dari Baterai maupun Adaptor.
       Dalam kesempatan pelatihan ini hanya diperkenalkan tentang adaptor,mengingat baterai suadah biasa dikenal masyarakat luas. Adaptor merupakan penyedia daya yang berasal dari jala-jala PLN disearahkan menggunakan piranti elektronik Dioda seperti yang telah diperkenalkan terdahulu. Keluaran / output  dari adaptor berupa tegangan searah ( DC ) yang selanjutnya siap diumpankan kerangkaian elektronik. Adaptor dikenal pula dengan istilah Penyearah / Rectifier.
        Jenis penyearah yang biasa digunakan untuk mensuplai rangkaian elektronik adalah :
1.   Penyearah setengah gelombang / half wave rectifier.
Dinamakan demikian karena gelombang keluaran / output setengah dari gelomabng yang masuk.
                         A                       C
     0 V                                                               Vs
 110 V                                C                     Rb 
220 V                                                               VD
                      
                         B                     D                       Vo    
 
Prinsip kerja dijelaskan sebagai berikut :
§  Pada saat  A positip maka dioda hantar dan arus lewat ketitik C  menuju 
  beban  Rb
§  Pada saat B positip dioda tidak hantar sehingga arus tidak dapat lewat.
§ Tegangan keluaran / output adalah positip pada titik C.

2.  Penyearah gelombang penuh / Full wave rectifier.
Dinamakan demikian karena tegangan keluaran / output merupakan gelombang penuh, dan harus menggunakan transformator CT
                                              C
                    A     D1                                         VA
  0V                                   C                Rb  
                      CT                                              VB
                                                                       
 220 V                                    D                       VD
                  B                                                    Vo             
                         D2                                         
Prinsip kerja dijelaskan sebagai berikut :
§  Pada saat A positip D1 hantar dan arus menuju beban Rb,kembali lewat CT.
§  Pada saat B positip D2 hantar dan arus menuju beban Rb,kembali lewat CT.
Dengan sistim ini maka tegangan keluaran akan positip dan lebih rata   di -
banding setengah gelombang.

3.   Penyearah / rectifier menggunaka 4 dioda ( dioda bridge ).
Penyearah model ini menggunakan dioda bridge dan menggunakan transformator tanpa CT. Bentuk output sama dengan penyearah penuh 2 dioda.
                                                                      A
                      
                     0V                   D4      D1          C                 Rb
                                          
                    220V                      D3      D2

                                                                       B
Prinsip kerja dijelaskan sebagai berikut :
§  Pada saat A pos , D1 hantar dan arus mengalir kebeban Rb dan kembali 
  lewat D3 terus ke transformator lewat B.
§  Pada saat B pos, D2 hantar dan arus mengalir kebeban Rb terus ke D4 kembali ke transformator lewat A.

4.   Penyearah Balance / stereo.
Penyearah model ini pada dasarnya sama dengan penyearah gelombang penuh,namun tegenegn outpu/keluarannya berpolaritas positip dan negatip, disamping itu harus digunakan transformator jenis CT.
                                                           +
               
              0V
            220V                                  C1              Rb1
                                                             0

                   CT                              C2               Rb2
                                                           -




000o000