Jumat, 07 Januari 2011

Cara Menentukan Network ID dan Host


Cara Menentukan Network ID dan Host


Pertama Sebelum Kita menentukan IP addres dan Host, Kita harus tahu Bahwa IP addres di bagi dalam 3 Class dan range addres tiap Class Sbb:
1. Kelas A : 1.x.x.x s/d 126.x.x.x
2. Kelas B : 128.x.x.x s/d 191.x.x.x
3. Kelas C : 192.x.x.x s/d 223.x.x.x

Untuk IP Addres 127.x.x.x di gunakan untuk Local Host.
Untuk IP Address Private, Sebagai Berikut:
1. Kelas A : 10.x.x.x
2. Kelas B : 172.16.x.x
3. Kelas C : 192.x.x.x
Cara Menentukan Network Id & Host id cukup mudah
1. Kita harus Menentukan IP addres tsb masuk ke dalam kelas A, B, atau C
2. Kita harus mengetahuai bahwa
Kelas A memiliki 1 Network Id dan 3 Host Id
Kelas B memiliki 2 Network Id dan 2 Host Id
Sedangkan Kelas C memiliki 3 Network Id dan 1 Host Id

Contoh:
Tentukan Letak Network & Host id dari IP addres berikut:
1. 131.126.75.157
Jawab:
1. IP 131.126.75.157 termasuk ke dalam Kelas B karena 131 masuk dalam range kelas B. Jadi IP tersebut memiliki 2 network & 2 host id. Yang termasuk network id adalah 131.126.x.x sedangkan host id x.x.75.157

Sumber ;
- buku jaringan komunikasi data dan komputer oleh William Stalling
- http://www.adisumaryadi.web.id/index.php?tulisan/detail/16/108/tulisan-108.html
Diposkan oleh Debi Saputra' Blog pada jam 5:55:00 AM reaksi anda

Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Berbagi ke Twitter
Berbagi ke Facebook
Berbagi ke Google Buzz

PENGERTIAN TCP DAN UDP / PERBEDAAN TCP DAN UDP




PENGERTIAN TCP DAN UDP TCP adalah dasar dari koneksi,
Hal ini berarti melakukan suatu koneksi langsung antara dua komputer untuk melakukan transfer data antara kedua host. Suatu paket mengandung header dan data gram, pada bagian header dari paket akan mengandung informasi penting tentang :
• Source Port
• Destination Port
• Sequence number
• Acknowledgement number

• Header Length (Standard 20 Bytes)
• Flags (syn, ack, psh, fin, rst, urg)
• Window size
• Checksum
• IP_v4 or IP_v6
• Header Length
• DSF
• Total Length
• Identification
• Flags (Set Fragment bit or not)
• Fragment Offset
• TTL
• Protocol (this case TCP)
• Header checksum
• Source IP
• Destination I

UDP, User Datagram Protocol, adalah TCP yang connectionless. Hal ini berarti bahwa suatu paket yang dikirim melalui jaringan dan mencapai komputer lain tanpa membuat suatu koneksi. Sehingga dalam perjalanan ke tujuan paket dapat hilang karena tidak ada koneksi langsung antara kedua host, jadi UDP sifatnya tidak realibel, tetapi UDP adalah lebih cepat dari pada TCP karena tidak membutuhkan koneksi langsung.

PERBEDAAN TCP DAN UDP
Berbeda dengan TCP, UDP merupakan connectionless dan tidak ada keandalan, windowing, serta fungsi untuk memastikan data diterima dengan benar. Namun, UDP juga menyediakan fungsi yang sama dengan TCP, seperti transfer data dan multiplexing, tetapi ia melakukannya dengan byte tambahan yang lebih sedikit dalam header UDP.
UDP melakukan multiplexing UDP menggunakan cara yang sama seperti TCP. Satu-satunya perbedaan adalah transport protocol yang digunakan, yaitu UDP. Suatu aplikasi dapat membuka nomor port yang sama pada satu host, tetapi satu menggunakan TCP dan yang satu lagi menggunakan UDP—hal ini tidak biasa, tetapi diperbolehkan. Jika suatu layanan mendukung TCP dan UDP, ia menggunakan nilai yang sama untuk nomor port TCP dan UDP.
UDP mempunyai keuntungan dibandingkan TCP dengan tidak menggunakan field sequence dan acknowledgement. Keuntungan UDP yang paling jelas dari TCP adalah byte tambahan yang lebih sedikit. Di samping itu, UDP tidak perlu menunggu penerimaan atau menyimpan data dalam memory sampai data tersebut diterima. Ini berarti, aplikasi UDP tidak diperlambat oleh proses penerimaan dan memory dapat dibebaskan lebih cepat. Pada tabel, Anda dapat melihat fungsi yang dilakukan (atau tidak dilakukan) oleh UDP atau TCP.
Alamat IP versi 4 (sering disebut dengan Alamat IPv4) adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 4. Panjang totalnya adalah 32-bit, dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 4 miliar host komputer atau lebih tepatnya 4.294.967.296 host di seluruh dunia, jumlah host tersebut didapatkan dari 256 (didapatkan dari 8 bit) dipangkat 4(karena terdapat 4 oktet) sehingga nilai maksimal dari alamt IP versi 4 tersebut adalah 255.255.255.255 dimana nilai dihitung dari nol sehingga nilai nilai host yang dapat ditampung adalah 256x256x256x256=4.294.967.296 host. sehingga bila host yang ada diseluruh dunia melebihi kuota tersebut maka dibuatlah IP versi 6 atau IPv6.
Contoh alamat IP versi 4 adalah 192.168.0.3.
1. Representasi Alamat
Alamat IP versi 4 umumnya diekspresikan dalam notasi desimal bertitik (dotted-decimal notation), yang dibagi ke dalam empat buah oktet berukuran 8-bit. Dalam beberapa buku referensi, format bentuknya adalah w.x.y.z. Karena setiap oktet berukuran 8-bit, maka nilainya berkisar antara 0 hingga 255 (meskipun begitu, terdapat beberapa pengecualian nilai).
Alamat IP yang dimiliki oleh sebuah host dapat dibagi dengan menggunakan subnet mask jaringan ke dalam dua buah bagian, yakni:
• Network Identifier/NetID atau Network Address (alamat jaringan) yang digunakan khusus untuk mengidentifikasikan alamat jaringan di mana host berada.
Dalam banyak kasus, sebuah alamat network identifier adalah sama dengan segmen jaringan fisik dengan batasan yang dibuat dan didefinisikan oleh router IP. Meskipun demikian, ada beberapa kasus di mana beberapa jaringan logis terdapat di dalam sebuah segmen jaringan fisik yang sama dengan menggunakan sebuah praktek yang disebut sebagai multinetting. Semua sistem di dalam sebuah jaringan fisik yang sama harus memiliki alamat network identifier yang sama. Network identifier juga harus bersifat unik dalam sebuah internetwork. Jika semua node di dalam jaringan logis yang sama tidak dikonfigurasikan dengan menggunakan network identifier yang sama, maka terjadilah masalah yang disebut dengan routing error.
Alamat network identifier tidak boleh bernilai 0 atau 255.
• Host Identifier/HostID atau Host address (alamat host) yang digunakan khusus untuk mengidentifikasikan alamat host (dapat berupa workstation, server atau sistem lainnya yang berbasis teknologi TCP/IP) di dalam jaringan. Nilai host identifier tidak boleh bernilai 0 atau 255 dan harus bersifat unik di dalam network identifier/segmen jaringan di mana ia berada.
2. Jenis-jenis alamat
Alamat IPv4 terbagi menjadi beberapa jenis, yakni sebagai berikut:
• Alamat Unicast, merupakan alamat IPv4 yang ditentukan untuk sebuah antarmuka jaringan yang dihubungkan ke sebuah internetwork IP. Alamat unicast digunakan dalam komunikasi point-to-point atau one-to-one.
• Alamat Broadcast, merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh setiap node IP dalam segmen jaringan yang sama. Alamat broadcast digunakan dalam komunikasi one-to-everyone.
• Alamat Multicast, merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh satu atau beberapa node dalam segmen jaringan yang sama atau berbeda. Alamat multicast digunakan dalam komunikasi one-to-many.
3. Kelas-kelas alamat
Dalam RFC 791, alamat IP versi 4 dibagi ke dalam beberapa kelas, dilihat dari oktet pertamanya, seperti terlihat pada tabel. Sebenarnya yang menjadi pembeda kelas IP versi 4 adalah pola biner yang terdapat dalam oktet pertama (utamanya adalah bit-bit awal/high-order bit), tapi untuk lebih mudah mengingatnya, akan lebih cepat diingat dengan menggunakan representasi desimal.
Kelas Alamat IP Oktet pertama
(desimal)
Oktet pertama
(biner)
Digunakan oleh
Kelas A 1-126 0xxx xxxx Alamat unicast untuk jaringan skala besar

Kelas B 128-191 10xx xxxx Alamat unicast untuk jaringan skala menengah hingga skala besar
Kelas C 192-223 110x xxxx Alamat unicast untuk jaringan skala kecil
Kelas D 224-239 1110 xxxx Alamat multicast (bukan alamat unicast)
Kelas E 240-255 1111 xxxx Direservasikan;umumnya digunakan sebagai alamat percobaan (eksperimen); (bukan alamat unicast)
3. 1. Kelas A
Alamat-alamat kelas A diberikan untuk jaringan skala besar. Nomor urut bit tertinggi di dalam alamat IP kelas A selalu diset dengan nilai 0 (nol). Tujuh bit berikutnya—untuk melengkapi oktet pertama—akan membuat sebuah network identifier. 24 bit sisanya (atau tiga oktet terakhir) merepresentasikan host identifier. Ini mengizinkan kelas A memiliki hingga 126 jaringan, dan 16,777,214 host tiap jaringannya. Alamat dengan oktet awal 127 tidak diizinkan, karena digunakan untuk mekanisme Interprocess Communication (IPC) di dalam mesin yang bersangkutan.
3. 2. Kelas B
Alamat-alamat kelas B dikhususkan untuk jaringan skala menengah hingga skala besar. Dua bit pertama di dalam oktet pertama alamat IP kelas B selalu diset ke bilangan biner 10. 14 bit berikutnya (untuk melengkapi dua oktet pertama), akan membuat sebuah network identifier. 16 bit sisanya (dua oktet terakhir) merepresentasikan host identifier. Kelas B dapat memiliki 16,384 network, dan 65,534 host untuk setiap network-nya.
3. 3. Kelas C
Alamat IP kelas C digunakan untuk jaringan berskala kecil. Tiga bit pertama di dalam oktet pertama alamat kelas C selalu diset ke nilai biner 110. 21 bit selanjutnya (untuk melengkapi tiga oktet pertama) akan membentuk sebuah network identifier. 8 bit sisanya (sebagai oktet terakhir) akan merepresentasikan host identifier. Ini memungkinkan pembuatan total 2,097,152 buah network, dan 254 host untuk setiap network-nya.
3. 4. Kelas D
Alamat IP kelas D disediakan hanya untuk alamat-alamat IP multicast, sehingga berbeda dengan tiga kelas di atas. Empat bit pertama di dalam IP kelas D selalu diset ke bilangan biner 1110. 28 bit sisanya digunakan sebagai alamat yang dapat digunakan untuk mengenali host. Untuk lebih jelas mengenal alamat ini, lihat pada bagian Alamat Multicast IPv4.
3. 5. Kelas E
Alamat IP kelas E disediakan sebagai alamat yang bersifat "eksperimental" atau percobaan dan dicadangkan untuk digunakan pada masa depan. Empat bit pertama selalu diset kepada bilangan biner 1111. 28 bit sisanya digunakan sebagai alamat yang dapat digunakan untuk mengenali host.
Kelas Alamat Nilai oktet pertama Bagian untuk Network Identifier Bagian untuk Host Identifier Jumlah jaringan maksimum Jumlah host dalam satu jaringan maksimum Kelas A 1-126 W X.Y.Z 126 16,777,214 Kelas B 128-191 W.X Y.Z 16,384 65,534 Kelas C 192-223 W.X.Y Z 2,097,152 254 Kelas D 224-239 Multicast IP Address Multicast IP Address Multicast IP Address Multicast IP Address Kelas E 240-255 Dicadangkan; eksperimen Dicadangkan; eksperimen Dicadangkan; eksperimen Dicadangkan; eksperimen
Catatan: Penggunaan kelas alamat IP sekarang tidak relevan lagi, mengingat sekarang alamat IP sudah tidak menggunakan kelas alamat lagi. Pengemban otoritas Internet telah melihat dengan jelas bahwa alamat yang dibagi ke dalam kelas-kelas seperti di atas sudah tidak mencukupi kebutuhan yang ada saat ini, di saat penggunaan Internet yang semakin meluas. Alamat IPv6 yang baru sekarang tidak menggunakan kelas-kelas seperti alamat IPv4. Alamat yang dibuat tanpa mempedulikan kelas disebut juga dengan classless address.
4. Alamat Unicast
Setiap antarmuka jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP harus diidentifikasikan dengan menggunakan sebuah alamat logis yang unik, yang disebut dengan alamat unicast (unicast address). Alamat unicast disebut sebagai alamat logis karena alamat ini merupakan alamat yang diterapkan pada lapisan jaringan dalam DARPA Reference Model dan tidak memiliki relasi yang langsung dengan alamat yang digunakan pada lapisan antarmuka jaringan dalam DARPA Reference Model. Sebagai contoh, alamat unicast dapat ditetapkan ke sebuah host dengan antarmuka jaringan dengan teknologi Ethernet, yang memiliki alamat MAC sepanjang 48-bit.
Alamat unicast inilah yang harus digunakan oleh semua host TCP/IP agar dapat saling terhubung. Komponen alamat ini terbagi menjadi dua jenis, yakni alamat host (host identifier) dan alamat jaringan (network identifier).
Alamat unicast menggunakan kelas A, B, dan C dari kelas-kelas alamat IP yang telah disebutkan sebelumnya, sehingga ruang alamatnya adalah dari 1.x.y.z hingga 223.x.y.z. Sebuah alamat unicast dibedakan dengan alamat lainnya dengan menggunakan skema subnet mask.
5. Jenis-jenis alamat unicast
Jika ada sebuah intranet tidak yang terkoneksi ke Internet, semua alamat IP dalam ruangan kelas alamat unicast dapat digunakan. Jika koneksi dilakukan secara langsung (dengan menggunakan teknik routing) atau secara tidak langsung (dengan menggunakan proxy server), maka ada dua jenis alamat yang dapat digunakan di dalam Internet, yaitu public address (alamat publik) dan private address (alamat pribadi).
5. 1. Alamat publik
alamat publik adalah alamat-alamat yang telah ditetapkan oleh InterNIC dan berisi beberapa buah network identifier yang telah dijamin unik (artinya, tidak ada dua host yang menggunakan alamat yang sama) jika intranet tersebut telah terhubung ke Internet.
Ketika beberapa alamat publik telah ditetapkan, maka beberapa rute dapat diprogram ke dalam sebuah router sehingga lalu lintas data yang menuju alamat publik tersebut dapat mencapai lokasinya. Di internet, lalu lintas ke sebuah alamat publik tujuan dapat dicapai, selama masih terkoneksi dengan internet.
5. 1. 1. Alamat ilegal
Intranet-intranet pribadi yang tidak memiliki kemauan untuk mengoneksikan intranetnya ke internet dapat memilih alamat apapun yang mereka mau, meskipun menggunakan alamat publik yang telah ditetapkan oleh InterNIC. Jika sebuah organisasi selanjutnya memutuskan untuk menghubungkan intranetnya ke internet, skema alamat yang digunakannya mungkin dapat mengandung alamat-alamat yang mungkin telah ditetapkan oleh InterNIC atau organisasi lainnya. Alamat-alamat tersebut dapat menjadi konflik antara satu dan lainnya, sehingga disebut juga dengan illegal address, yang tidak dapat dihubungi oleh host lainnya.
5. 2. Alamat Privat
Setiap node IP membutuhkan sebuah alamat IP yang secara global unik terhadap internetwork IP. Pada kasus internet, setiap node di dalam sebuah jaringan yang terhubung ke internet akan membutuhkan sebuah alamat yang unik secara global terhadap internet. Karena perkembangan internet yang sangat amat pesat, organisasi-organisasi yang menghubungkan intranet miliknya ke internet membutuhkan sebuah alamat publik untuk setiap node di dalam intranet miliknya tersebut. Tentu saja, hal ini akan membutuhkan sebuah alamat publik yang unik secara global.
Ketika menganalisis kebutuhan pengalamatan yang dibutuhkan oleh sebuah organisasi, para desainer internet memiliki pemikiran yaitu bagi kebanyakan organisasi, kebanyakan host di dalam intranet organisasi tersebut tidak harus terhubung secara langsung ke internet. Host-host yang membutuhkan sekumpulan layanan internet, seperti halnya akses terhadap web atau e-mail, biasanya mengakses layanan internet tersebut melalui gateway yang berjalan di atas lapisan aplikasi seperti proxy server atau e-mail server. Hasilnya, kebanyakan organisasi hanya membutuhkan alamat publik dalam jumlah sedikit saja yang nantinya digunakan oleh node-node tersebut (hanya untuk proxy, router, firewall, atau translator alamat jaringan) yang terhubung secara langsung ke internet.
Untuk host-host di dalam sebuah organisasi yang tidak membutuhkan akses langsung ke internet, alamat-alamat IP yang bukan duplikat dari alamat publik yang telah ditetapkan mutlak dibutuhkan. Untuk mengatasi masalah pengalamatan ini, para desainer internet mereservasikan sebagian ruangan alamat IP dan menyebut bagian tersebut sebagai ruangan alamat pribadi. Sebuah alamat IP yang berada di dalam ruangan alamat pribadi tidak akan digunakan sebagai sebuah alamat publik. Alamat IP yang berada di dalam ruangan alamat pribadi dikenal juga dengan alamat pribadi atau Private Address. Karena di antara ruangan alamat publik dan ruangan alamat pribadi tidak saling melakukan overlapping, maka alamat pribadi tidak akan menduplikasi alamat publik, dan tidak pula sebaliknya. Sebuah jaringan yang menggunakan alamat IP privat disebut juga dengan jaringan privat atau private network.
Ruangan alamat pribadi yang ditentukan di dalam RFC 1918 didefinisikan di dalam tiga blok alamat berikut:
• 10.0.0.0/8
• 172.16.0.0/12
• 192.168.0.0/16
Sementara itu ada juga sebuah ruang alamat yang digunakan untuk alamat IP privat dalam beberapa sistem operasi:
• 169.254.0.0/16
5. 2. 1. 10.0.0.0/8
Jaringan pribadi (private network) 10.0.0.0/8 merupakan sebuah network identifier kelas A yang mengizinkan alamat IP yang valid dari 10.0.0.1 hingga 10.255.255.254. Jaringan pribadi 10.0.0.0/8 memiliki 24 bit host yang dapat digunakan untuk skema subnetting di dalam sebuah organisasi privat.
5. 2. 2. 172.16.0.0/12
Jaringan pribadi 172.16.0.0/12 dapat diinterpretasikan sebagai sebuah block dari 16 network identifier kelas B atau sebagai sebuah ruangan alamat yang memiliki 20 bit yang dapat ditetapkan sebagai host identifier, yang dapat digunakan dengan menggunakan skema subnetting di dalam sebuah organisasi privat. Alamat jaringan privat 17.16.0.0/12 mengizinkan alamat-alamat IP yang valid dari 172.16.0.1 hingga 172.31.255.254.
5. 2. 3. 192.168.0.0/16
Jaringan pribadi 192.168.0.0/16 dapat diinterpretasikan sebagai sebuah block dari 256 network identifier kelas C atau sebagai sebuah ruangan alamat yang memiliki 16 bit yang dapat ditetapkan sebagai host identifier yang dapat digunakan dengan menggunakan skema subnetting apapun di dalam sebuah organisasi privat. Alamat jaringan privat 192.168.0.0/16 dapat mendukung alamat-alamat IP yang valid dari 192.168.0.1 hingga 192.168.255.254.
5. 2. 4. 169.254.0.0/16
Alamat jaringan ini dapat digunakan sebagai alamat privat karena memang IANA mengalokasikan untuk tidak menggunakannya. Alamat IP yang mungkin dalam ruang alamat ini adalah 169.254.0.1 hingga 169.254.255.254, dengan alamat subnet mask 255.255.0.0. Alamat ini digunakan sebagai alamat IP privat otomatis (dalam Windows, disebut dengan Automatic Private Internet Protocol Addressing (APIPA)).
Hasil dari penggunaan alamat-alamat privat ini oleh banyak organisasi adalah menghindari kehabisan dari alamat publik, mengingat pertumbuhan internet yang sangat pesat.
Ruang alamat Dari alamat Sampai alamat Keterangan
010.000.000.000/8 010.000.000.001 010.255.255.254 Ruang alamat privat yang sangat besar (mereservaskan kelas A untuk digunakan)
172.016.000.000/12 172.016.000.001 172.031.255.254 Ruang alamat privat yang besar (digunakan untuk jaringan menengah hingga besar)
192.168.000.000/16 192.168.000.001 192.168.255.254 Ruang alamat privat yang cukup besar (digunakan untuk jaringan kecil hingga besar)
169.254.000.000/16 169.254.000.001 169.254.255.254 Digunakan oleh fitur Automatic Private Internet Protocol Addressing (APIPA) dalam beberapa sistem operasi.

Karena alamat-alamat IP di dalam ruangan alamat pribadi tidak akan ditetapkan oleh Internet Network Information Center (InterNIC) (atau badan lainnya yang memiliki otoritas) sebagai alamat publik, maka tidak akan pernah ada rute yang menuju ke alamat-alamat pribadi tersebut di dalam router internet. Kompensasinya, alamat pribadi tidak dapat dijangkau dari internet. Oleh karena itu, semua lalu lintas dari sebuah host yang menggunakan sebuah alamat pribadi harus mengirim request tersebut ke sebuah gateway (seperti halnya proxy server), yang memiliki sebuah alamat publik yang valid, atau memiliki alamat pribadi yang telah ditranslasikan ke dalam sebuah alamat IP publik yang valid dengan menggunakan Network Address Translator (NAT) sebelum dikirimkan ke Internet.

Sumber ;
- buku komunikasi data dan komputer

Fokus Ke Subnetting

 Kali ini saatnya kita mempelajari teknik penghitungan subnetting. Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara, cara binary yang relatif lambat dan cara khusus yang lebih cepat. Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet, dan Alamat Host- Broadcast.
Penulisan IP address umumnya adalah dengan 192.168.1.2. Namun adakalanya ditulis dengan 192.168.1.2/24, apa ini artinya? Artinya bahwa IP address 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0. Lho kok bisa seperti itu?



Ya, /24 diambil dari penghitungan bahwa 24 bit subnet mask diselubung dengan binari 1. Atau dengan kata lain, subnet masknya adalah: 11111111.11111111.11111111.00000000 (255.255.255.0). Konsep ini yang disebut dengan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) yang diperkenalkan pertama kali tahun 1992 oleh IEFT.
Pertanyaan berikutnya adalah Subnet Mask berapa saja yang bisa digunakan untuk melakukan subnetting? Ini terjawab dengan tabel di bawah:Subnet Mask Nilai CIDR
255.128.0.0 /9
255.192.0.0 /10
255.224.0.0 /11
255.240.0.0 /12
255.248.0.0 /13
255.252.0.0 /14
255.254.0.0 /15
255.255.0.0 /16
255.255.128.0 /17
255.255.192.0 /18
255.255.224.0 /19
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.240.0 /20
255.255.248.0 /21
255.255.252.0 /22
255.255.254.0 /23
255.255.255.0 /24
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30


SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS C
Ok, sekarang mari langsung latihan saja. Subnetting seperti apa yang terjadi dengan sebuah NETWORK ADDRESS 192.168.1.0/26 ?
Analisa:
192.168.1.0 berarti kelas C dengan Subnet Mask /26 berarti 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).
Penghitungan:
Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya semua pertanyaan tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Jadi kita selesaikan dengan urutan seperti itu:
Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
Jumlah Host per Subnet = 2y - 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 - 2 = 62 host
Blok Subnet = 256 - 192 (nilai oktet terakhir subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi total subnetnya adalah 0, 64, 128, 192.
Bagaimana dengan alamat host dan broadcast yang valid? Kita langsung buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.
Subnet 192.168.1.0 192.168.1.64 192.168.1.128 192.168.1.192
Host Pertama 192.168.1.1 192.168.1.65 192.168.1.129 192.168.1.193
Host Terakhir 192.168.1.62 192.168.1.126 192.168.1.190 192.168.1.254
Broadcast 192.168.1.63 192.168.1.127 192.168.1.191 192.168.1.255

Kita sudah selesaikan subnetting untuk IP address Class C. Dan kita bisa melanjutkan lagi untuk subnet mask yang lain, dengan konsep dan teknik yang sama. Subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class C adalah:Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30

SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B
Berikutnya kita akan mencoba melakukan subnetting untuk IP address class B. Pertama, subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class B adalah:Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.128.0 /17
255.255.192.0 /18
255.255.224.0 /19
255.255.240.0 /20
255.255.248.0 /21
255.255.252.0 /22
255.255.254.0 /23
Subnet Mask Nilai CIDR
255.255.255.0 /24
255.255.255.128 /25
255.255.255.192 /26
255.255.255.224 /27
255.255.255.240 /28
255.255.255.248 /29
255.255.255.252 /30


Ok, kita coba satu soal untuk Class B dengan network address 172.16.0.0/18.
Analisa:
172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).
Penghitungan:
Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
Jumlah Host per Subnet = 2y - 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 - 2 = 16.382 host
Blok Subnet = 256 - 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi total subnetnya adalah 0, 64, 128, 192.
Alamat host dan broadcast yang valid?Subnet 172.16.0.0 172.16.64.0 172.16.128.0 172.16.192.0
Host Pertama 172.16.0.1 172.16.64.1 172.16.128.1 172.16.192.1
Host Terakhir 172.16.63.254 172.16.127.254 172.16.191.254 172.16.255.254
Broadcast 172.16.63.255 172.16.127.255 172.16.191.255 172.16..255.255

Masih bingung? Ok kita coba satu lagi untuk Class B.Bagaimana dengan network address 172.16.0.0/25.
Analisa:
172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).
Penghitungan:
Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet
Jumlah Host per Subnet = 27 - 2 = 126 host
Blok Subnet = 256 - 128 = 128.
Alamat host dan broadcast yang valid?Subnet 172.16.0.0 172.16.0.128 172.16.1.0 … 172.16.255.128
Host Pertama 172.16.0.1 172.16.0.129 172.16.1.1 … 172.16.255.129
Host Terakhir 172.16.0.126 172.16.0.254 172.16.1.126 … 172.16.255.254
Broadcast 172.16.0.127 172.16.0.255 172.16.1.127 … 172.16.255.255

Masih bingung juga? Ok sebelum masuk ke Class A, coba ulangi lagi dari Class C, dan baca pelan-pelan
SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A
Kalau sudah mantab dan paham, kita lanjut ke Class A. Konsepnya semua sama saja. Perbedaannya adalah di OKTET mana kita mainkan blok subnet. Kalau Class C di oktet ke 4 (terakhir), kelas B di Oktet 3 dan 4 (2 oktet terakhir), kalau Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.
Kita coba latihan untuk network address 10.0.0.0/16.
Analisa:
10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).
Penghitungan:
Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet
Jumlah Host per Subnet = 216 - 2 = 65534 host
Blok Subnet = 256 - 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, etc.
Alamat host dan broadcast yang valid?Subnet 10.0.0.0 10.1.0.0 … 10.254.0.0 10.255.0.0
Host Pertama 10.0.0.1 10.1.0.1 … 10.254.0.1 10.255.0.1
Host Terakhir 10.0.255.254 10.1.255.254 … 10.254.255.254 10.255.255.254
Broadcast 10.0.255.255 10.1.255.255 … 10.254.255.255 10.255.255.255

Mudah-mudahan setelah anda membaca paragraf terakhir ini, anda sudah memahami penghitungan subnetting dengan baik. Kalaupun belum paham juga, anda ulangi terus artikel ini pelan-pelan dari atas. Untuk teknik hapalan subnetting yang lebih cepat, tunggu di artikel berikutnya
Catatan: Semua penghitungan subnet diatas berasumsikan bahwa IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) dihitung secara default. Buku versi terbaru Todd Lamle dan juga CCNA setelah 2005 sudah mengakomodasi masalah IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) ini. CCNA pre-2005 tidak memasukkannya secara default (meskipun di kenyataan kita bisa mengaktifkannya dengan command ip subnet-zeroes), sehingga mungkin dalam beberapa buku tentang CCNA serta soal-soal test CNAP, anda masih menemukan rumus penghitungan Jumlah Subnet = 2x - 2

sumber ;
- http://idur.staff.uns.ac.id/
- http://romisatriawahono.net/2007/05/07/pola-soal-subnetting-dan-teknik-mengerjakan/
- http://www.ralphb.net/IPSubnet/intro.html
Diposkan oleh Debi Saputra' Blog pada jam 2:46:00 AM reaksi anda

Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Berbagi ke Twitter
Berbagi ke Facebook
Berbagi ke Google Buzz
Sabtu, 30 Oktober 2010
Network Device (Concentrator)
Network Device (Concentrator)
1. HUB
adalah perangkat untuk pembagi, bisa digunakan untuk menghubungkan komputer atau dengan hub lain. HUB ini tidak aman dalam pengiriman data karena pada saat pengiriman, data terkirim kepada semua komputer. HUB ini sifatnya Broadcast.
2. SWITCH
adalah perangkat yang tidak membagi data, transfer datanya lebih cepat karena didalam perangkatnya tersimpan sebuah chip atau ROM yang dinamakan dengan Mac Addres. switch ini aman dalam pengiriman data karena alamat yang dituju selalu ditentukan/ ditanya. switch ini sifatnya Unicast.
3. ROUTER
berfungsi untuk menghubungkan 2 jaringan yang berbeda (fisik/ jaringan).
4. BRIDGE
5. Acces Point
yang berfungsi untuk membagi, yang mana menggunakan media transmisi udara.
6. MODEM
adalah untuk merubah digtal ke analog ataupun sebaliknya
7. REPEATER
Diposkan oleh Debi Saputra' Blog pada jam 1:52:00 PM reaksi anda

Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Berbagi ke Twitter
Berbagi ke Facebook
Berbagi ke Google Buzz
Risch dan Sich
Risch dan Sich
RISC, yang jika diterjemahkan berarti "Komputasi Kumpulan Instruksi yang Disederhanakan", merupakan sebuah arsitektur komputer atau arsitektur komputasi modern dengan instruksi2 dan jenis eksekusi yang paling sederhana.
Arsitektur ini digunakan pada komputer dengan kinerja tinggi, seperti komputer vektor.
Selain digunakan dalam komputer vektor, desain ini juga diimplementasikan pada prosesor komputer lain, seperti pada beberapa mikroprosesor Intel 960, Itanium (IA64) dari Intel Corporation, Alpha AXP dari DEC, R4x00 dari MIPS Corporation, PowerPC dan Arsitektur POWERdari International Business Machine.
Selain itu, RISC juga umum dipakai pada Advanced RISC Machine (ARM) dan StrongARM (termasuk di antaranya adalah Intel XScale), SPARC dan UltraSPARC dari Sun Microsystems, serta PA-RISCdari Hewlett-Packard.
Kalau desain CPU yang lain, CISC (Complex Instruction Set Computing), yang jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia berarti Komputasi Kumpulan Instruksi yang kompleks atau rumit.

Sumber :
http://tanyasaja.detik.com/pertanyaan/38597-jelaskan-arsitektur-risc-dan-cisc-
http://www.electroniclab.com/index.php?option=com_content&view=article&id=30:cisc-vs-risc&catid=9:labmikro&Itemid=11
Diposkan oleh Debi Saputra' Blog pada jam 1:33:00 PM reaksi anda

Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Berbagi ke Twitter
Berbagi ke Facebook
Berbagi ke Google Buzz
Sedikit Tentang Chipset
Sedikit Tentang Chipset
Chipset set adalah komponen terpenting dalam sebuah mainboard, namun disini perlu juga kita untuk sedikit melihat perkembangan komponen terpenting tersebut (chipset);

- Intel
Untuk Intel sekarang ini telah meluncurkan motherboard dengan chipset 955X dan 945P yang mendukung DDR2/667, dan secara tegas meninggalkan DDR400. Namun pada chipset ini, hal yang paling diunggulkan adalah kemampuan chipset mendukung fitur dual-core processor.
- nVIDIA
Setelah sebelumnya sempat berseberangan dengan Intel, kini chipset nVIDIA bisa bersanding dengan processor Intel. Dengan mencoba mengeluarkan chipset terbarunya yaitu nVIDIA nForce4 Intel Edition. Chipset serupa sebelumnya hadir untuk basis Athlon 64. Pada chipset tersebut telah mendukung teknologi SLI dan dilengkapi dengan SATA 3 GB juga Firewall. Namun sayangnya, belum ada kepastian dari nVIDIA, mengenai dukungan chipset tersebut untuk dual-core processor.
- VIA
Meski produsen yang satu ini terbilang lambat mengembangkan teknologi ketimbang kedua produsen yang telah kami sebutkan di atas, namun VIA telah mengeluarkan VIA PT984 Pro. Keunikan chipset ini adalah dapat menjalankan video card PCI Express x16 juga AGP 8x. Keduanya dapat berjalan secara simultan dan mendukung dual monitor. Namun, hal tersebut berbeda dengan SLI. Karena pada konfigurasi SLI, mampu membagi bandwidth data dari dua buah video card. Selain itu, VIA memberikan dua pilihan memory yaitu DDR400 dan DDR2 667 sehingga bisa menyesuaikan dengan kebutuhannya.
Setelah sebelumnya kami berikan beberapa tip untuk memilih processor, maka kami akan memberikan juga kepada Anda bagaimana memilih chipset yang tepat.
- Hal pertama yang Anda harus perhatikan adalah jenis chipset yang digunakan. Jangan terkecoh dengan nama-nama produk yang unik. Beberapa produsen sengaja menggunakan nama yang unik untuk menarik pembeli. Namun tidak jarang hasil dan kinerja yang dimilikinya kurang sesuai dengan namanya.
- Perhatikan kecepatan interkoneksi antara chipset northbride dengan southbridge. Kecepatannya minimal menggunakan 133 MB/s. Beberapa produk terbaru sudah bisa mencapai 2 GB/s. Mana yang harus dibutuhkan, itu adalah sebuah pertanyaan yang sulit. Untuk kebutuhan 800 MB/s hingga 1 GB/s terbilang cukup memadai. Anda juga butuh pertimbangan untuk konfigurasi chipset jika ada 4 PCI Express X1 dalam sebuah sourthbridge, Anda akan membutuhkan 1-2 GB/s koneksi untuk mendukung bandwidth yang sesuai, namun jika hanya ada X1 jalur yang terhubung langsung ke northbridge, maka interkoneksi tersebut belum Anda butuhkan.
- Perhatikan chipset southbrigde, produsen motherboard dapat dengan mudah menukar chipset tersebut dengan chipset yang lain. Dan jika hal tersebut terjadi, maka beberapa fitur yang dimiliki akan lebih sedikit dan terbatas. Karenanya Anda harus memperhatikan
dengan benar.
- Sama halnya dengan memilih motherboard, untuk memilih chipset yang tepat Anda juga membutuhkan second opinion untuk memberikan referensi yang tepat. Karenanya Anda bisa mendapatkan dari beberapa review pada media tentang chipset tersebut agar Anda tidak menyesal di kemudian hari.
Setelah semuanya kami jelaskan, maka tinggal Anda yang menentukan pilihan dan selamat membangun komputer baru. Semoga dengan panduan ini, Anda tidak terjebak dalam memilih.

sumber;
http://www.pfgenergy.com/read/sejarah-perkembangan-chipset.html
http://iwanwawo99.syuradikara.com/2008/11/09/perkembangan-chipset-terakhir/
Diposkan oleh Debi Saputra' Blog pada jam 1:24:00 PM reaksi anda

Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Berbagi ke Twitter
Berbagi ke Facebook
Berbagi ke Google Buzz
Perkembangan prosesor
Perkembangan prosesor
Komputer adalah seperangkat elektronika yang dapat menerima input, melakukan proses dan melakukan output. dan Jaringan computer adalah gabungan 2 atau lebih computer yang saling berhubungan dan saling berbagi daya, daya disini biasanya berupa memory, hardisk dan lain sebagainya.

Pada system operasi Mac biasanya menggunakan teknologi Sich, karena OS tersebut telah menggunakan prosesor intel.

Komponen penting pada mainboard adalah Chipset, karena semua kinerja atau semua komponen pada mainboard tersebut dapat berhubungan tegantung kepada chipset.

Prosesor i5 dan i7 biasanya nahelem, hokum Moore mengatakan bahwa kecepatan computer itu akan meningkat setiap 18 bulan. Namun kenyataan tersebut disanggah dikarenakan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada skarang ini. Sebenarnya sih sudah ditemukan prosesor yang berkecepatan 9,4 Ghz pada tahun 2004, tapi mungkin karena harga yang produksi yang yang masih terlalu mahal atau karena permainan pasar akhirnya sampai sekarang belum juga dipasarkan.

USB sekarang ini telah mencapai versi 3.0 yang mana kecepatannya adalah 6 Gbps, yang sebelumnya berangsur dari versi 2.0 dengan kecepatan 400 Mbps.

Sedikit periode tentang perkembangan prosesor :
1. 8086
2. 286
3. 386
4. 486
5. 586
6. Pentium pro
7. Pentium 2
8. Pntium 3
9. Pentium 4
10. Dual core
11. Core duo
12. Quad core
13. Xean
14. I3
14. I5
15. I7

Periode system opersai dari Microsoft ?”:

- DOS
Pada OS DOS ini mengguankan 4BIT dan biasanya dpakai pada prosesor 8086, 286, 386, 486, dan 586. Dan 4 BIT disini maksudnya adalah bahwa setiap input yang diproses diprosesor kemudian akan disampaikan pada melalui 4 jalur.

- Windows 3.0

- Windows 3.1

- Windows 3.11
Pada ketiga windows di atas menggunakan 8 BIT, dengan arti kata bahwa prose yamg telah dilakukan di prosesor akan dsampaikan melalui 8 jalur.

- Wndows 98

- Windows 98 SE

Pada kedua os di atas menggunakan 16 BIT.

- XP

- Vista

- Windows 7

Pada ketiga os diatas mengguanakan ada yang 32 BIT dan ada juga 64 BIT.

Sedikit dapat disimpulkan, bahwa semakin besar BIT yang digunakan maka semakin cepat pula kenerja yang akan dilakukan dan dari segi tampilan, sound dsb akan lebih bagus.
Diposkan oleh Debi Saputra' Blog pada jam 1:09:00 PM reaksi anda

Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Berbagi ke Twitter
Berbagi ke Facebook
Berbagi ke Google Buzz
Kamis, 07 Oktober 2010
Trik Dalam Komputer
Trik Dalam Komputer
Trik Dan Tips Dalam Computer

Trik Untuk mengetahui Berapa Lama computer Kita Dipakai
Sebenarnya Trik ini mungkin tidak terlalu berguna bagi kita,, tapi apalah salahnya kalau kita mengetahui trik ini, karena disaat kita memakai komputer terlalu lama mungkin kita ingin mengetahui berapa lama kita telah mengunakan komputer kita,

Dibawah ini adalah Cara mengetahui berapa lama computer dipakai
1. klik Start
2. pilih Run
3. ketikkan Cmd
4. ketik systeminfo
5. enter
Lihat dibaris System Up Time itulah lama kita memakai Computer



Membuat Pesan Pribadi Pada Saat Windows Dimulai


Memang trik ini udah lawas… Tapi kan gak ada salahnya kalo saya Posting lagi diblog ini, Ya biar bias bagi-bagi milmu sama teman-teman yang belum paham saja, Gak usah lama-lama lah bosen juga nanti bacanya, kali ini kita akan membuat sebuah pesan yang akan tampil saat windows baru dijalankan. pesan ini anda dapat tentukan sendiri isinya dan salah satu manfaatnya yaitu misalkan Anda punya rekan atau family yang meminjam computer atau Laptop anda maka anda bisa menyampaikan pesan singkat kepada mereka sebelum mereka mengunakannya.
Koq kayaknya masih bingung..#!!??&%$ *
Ya udah dibuat aja dulu trus lihat hasilnya., ok coyy..!!
Tapi ingat kali ini kita Menggunakan registry Editor jadi saya harap anda berhati-hati.
Berikut ini adalah susunan langkah –langkah pembuatannya.

klik start /run/Lallu ketikan ketikkan regedit

Maka tampillah jendela registry Editor

Bukalah Hkey_Local_machine/Softeware//Microsof/Windows NT/CurentVirsion/Winlogon

Kemudian carilah dua value name sebagai berikut:

LegalNoticeCaption dan LegalNoticeText

Pada LegalNoticeCaption isi kan valuenya dengan cara mengklik ganda kemudian ketikkan Caption pesan anda pada kolom value data. Seperti “PERHATIAN PEMAKAIAN….!!!”
Pada LegalNoticeText isikan valuenya DENGAN PESAN SINGKAT misalnya “Pakailah Computer Ini dengaan baik, dan jangan lupa matikan Jika sudah Selesai Untuk Menghemat Listrik”

Kemudian keluar dari jendela registry Editor dan kamu restart computernya dan lihat hasilnya.



Menampilkan Versi Windows Yang Terinstal Di computer/Laptop

Seperti Judul diatas kali ini kita akan membahas bagimana cara untuk menampilkan versi windows yang terinstal dikomputer kamu tampil di desktop.
berikut adalah susunan langkah-langkah yang dapat kamu ikuti untuk menampilkan versi windows kamu di desktop:



1. Klik Start / Run / kemudian ketikkan regedit trus..... klik OK atau ENTER.

2. selanjutnya tampillah jendela Registry Editor.(catatan: kita akan bermain dengan registry Editor,jadi kamu harus sedikit hati-hati)

3. pilih HKey Current User / Control Panel / Desktop.

4. Kemudian cari pada kolom sebelah kanan dan double klik PaintDesktopVersion maka akan
muncul jendela Edit DWORD Value.

5. isikan 1 pada Value datanya kemudian pilih OK.

Restart komputer atau laptop kamu, maka pada desktop akan muncul versi windows yang terinstal di komputer/Laptop
Diposkan oleh Debi Saputra' Blog pada jam 3:36:00 PM reaksi anda
LAPORAN  PRAKTEK
INSTALASI DAN JARINGAN KOMPUTER

A.   TUJUAN
1.      Agar mahasiswa dapat melakukan virtualisasi dengan beberapa Operating System (OS) dengan mudah dan benar.
2.      Agar Mahasiswa dapat melakukan remote Desktop menggunakan OS Microsoft Windows Dengan mudah dan benar
3.      Agar mahasiswa dalat melakukan system terminal server, dengan melakukan booting dari jaringan (Network).
B.   LANGKAH KERJA
1.     Virtual OS
a.                   Pengenalan
Oracle VM VirtualBox adalah perangkat lunak virtualisasi, yang dapat digunakan untuk mengeksekusi sistem operasi "tambahan" di dalam sistem operasi "utama". Sebagai contoh, jika seseorang mempunyai sistem operasi MS Windows yang terpasang di komputernya, maka seseorang tersebut dapat pula menjalankan sistem operasi lain yang diinginkan di dalam sistem operasi MS Windows.
Fungsi ini sangat penting jika seseorang ingin melakukan ujicoba dan simulasi instalasi suatu sistem tanpa harus kehilangan sistem yang ada. Aplikasi dengan fungsi sejenis VirtualBox lainnya adalah VMware dan Microsoft Virtual PC.
b.                  Instalasi
Sebelum Software Virtual Box ini kita gunakan, terlebih dahulu kita melakukan penginstalan. Berikut adalah langkah-langkahnya:
1.      Siapkan software Oracle Virtual Box dalam bentuk file *.exe. Pada kesempatan ini, yang digunakan adalah Oracle Virtual Box Versi 4.0
2.      Kemudian install Software tersebut dan ikuti instruksi selanjutnya.
3.      Di atas adalah tampilan awalnya, setelah proses penginstalan berakhir.
c.                      Instalasi Operating System (OS)
1.      Windows 1998
Langkah-langkah :
-          Aktifkan Oracle Virtual Box 4.0.0
-          Pada toolbar, pilih New
-          Maka akan muncul kotak dialog New, Selanjutnya Pilih Next
-          Kemudian pada Name, isikan nama OS dengan Windows 1998. Serta Pilih OS yang mau dijalankan yaitu Microsoft Windows, begitu juga dengan versinya yaitu Windos 98. Setelah itu pilih Next
-          Sesuaikan Memory yang akan digunakan dengan ukuran memory yang ada. Pada gambar ditampilkan bahwa memory minimal yang dibutuhkan adalah 64 MB. Setelah itu pilih kembali Next.
-          Maka akan muncul kotak dialog Virtual Harddisk. Checklist Boot Hard Disk. Pilih Create New Hard Disk bila ingin membuat hard disk secara otomatis, dan pilih Use Existing Hard Disk jika ingin membuat hard disk secara manual. Setelah itu, pilih Next.
 
-          Pada kotak dialog Welcome to the create New Virtual  Disk Wizard, pilih Next.
-          Pada kotak dialog Hard Disk Storage Type, pilih Dynamical Expanding Storage, lalu pilih Next
-          Pada kotak dialog Virtual Disk Location and Size, pilih lokasi penyimpanan image disk dan berapa ukurannya. Pada gambar ditampilkan ukuran minimalnya yaitu 2 GB.
-          Maka akan muncul kotak Dialog Summary, pilih finish.
2.      Windows 2000
Langkah-langkah :
-          Aktifkan Oracle Virtual Box 4.0.0
-          Pada toolbar, pilih New
-          Maka akan muncul kotak dialok New, Selanjutnya Pilih Next
-          Kemudian pada Name, isikan nama OS dengan Windows 2000. Serta Pilih OS yang mau dijalankan yaitu Microsoft Windows, begitu juga dengan versinya yaitu Windos 2000. Setelah itu pilih Next
-          Sesuaikan Memory yang akan digunakan dengan ukuran memory yang ada. Pada gambar ditampilkan bahwa memory minimal yang dibutuhkan adalah 168 MB. Setelah itu pilih kembali Next.
-          Maka akan muncul kotak dialog Virtual Harddisk. Checklist Boot Hard Disk. Pilih Sreate New Hard Disk bila ingin membuat hard disk secara otomatis, dan pilih Use Existing Hard Disk jika ingin membuat hard disk secara manual. Setelah itu, pilih Next.
 
-          Pada kotak dialog Welcome to the create New Virtual  Disk Wizard, pilih Next.
-          Pada kotak dialog Hard Disk Storage Type, pilih Dynamical Expanding Storage, lalu pilih Next
-          Pada kotak dialog Virtual Disk Location and Size, pilih lokasi penyimpanan image disk dan berapa ukurannya. Pada gambar ditampilkan ukuran minimalnya yaitu 4 GB.
-          Maka akan muncul kotak Dialog Summary, pilih finish.

3.      Windows Server 2000
Langkah-langkah :
-          Aktifkan Oracle Virtual Box 4.0.0
-          Pada toolbar, pilih New
-          Maka akan muncul kotak dialok New, Selanjutnya Pilih Next
-          Kemudian pada Name, isikan nama OS dengan Windows Server 2000. Serta Pilih OS yang mau dijalankan yaitu Microsoft Windows, begitu juga dengan versinya yaitu Windos 2000. Setelah itu pilih Next
-          Sesuaikan Memory yang akan digunakan dengan ukuran memory yang ada. Pada gambar ditampilkan bahwa memory minimal yang dibutuhkan adalah 168 MB. Setelah itu pilih kembali Next.
-          Maka akan muncul kotak dialog Virtual Harddisk. Checklist Boot Hard Disk. Pilih Sreate New Hard Disk bila ingin membuat hard disk secara otomatis, dan pilih Use Existing Hard Disk jika ingin membuat hard disk secara manual. Setelah itu, pilih Next.
 
-          Pada kotak dialog Welcome to the create New Virtual  Disk Wizard, pilih Next.
-          Pada kotak dialog Hard Disk Storage Type, pilih Dynamical Expanding Storage, lalu pilih Next
-          Pada kotak dialog Virtual Disk Location and Size, pilih lokasi penyimpanan image disk dan berapa ukurannya. Pada gambar ditampilkan ukuran minimalnya yaitu 4 GB.
-          Maka akan muncul kotak Dialog Summary, pilih finish.
4.      Linux Knoppix Versi 5.1.1
Langkah-langkah :
-          Aktifkan Oracle Virtual Box 4.0.0
-          Pada toolbar, pilih New
-          Maka akan muncul kotak dialok New, Selanjutnya Pilih Next
-          Kemudian pada Name, isikan nama OS dengan Linux Knoppix 5.1.1.  Serta Pilih OS yang mau dijalankan yaitu Linux, begitu juga dengan versinya yaitu Linux 2.6. Setelah itu pilih Next
-          Sesuaikan Memory yang akan digunakan dengan ukuran memory yang ada. Pada gambar ditampilkan bahwa memory minimal yang dibutuhkan adalah 256 MB. Setelah itu pilih kembali Next.
-          Maka akan muncul kotak dialog Virtual Harddisk. Checklist Boot Hard Disk. Pilih Sreate New Hard Disk bila ingin membuat hard disk secara otomatis, dan pilih Use Existing Hard Disk jika ingin membuat hard disk secara manual. Setelah itu, pilih Next.
 
-          Pada kotak dialog Welcome to the create New Virtual  Disk Wizard, pilih Next.
-          Pada kotak dialog Hard Disk Storage Type, pilih Dynamical Expanding Storage, lalu pilih Next
-          Pada kotak dialog Virtual Disk Location and Size, pilih lokasi penyimpanan image disk dan berapa ukurannya. Pada gambar ditampilkan ukuran minimalnya yaitu 8 GB.
-          Maka akan muncul kotak Dialog Summary, pilih finish.
d.      Run
Untuk menjalankan Virtual Operating System (VOS) tersebut kita tinggal melakukan double click. Berikut tampilan awal dari Virtual Box setelah dilakukan konfigurasi terhadap OS virtual tersebut.

a.       Windows 1998.
b.      Windows 2000
c.       Windows Server 2000

d.      Linux Knoppix 5.1.1